Aslm
Perkenalkan namaku ISMAIL MARZUKI, lahir di Jember 10-10 - 1972, udah lumayan berumur ya, Namun pikiran harus tetep muda makanya masih terus berlajar dan belajar, sampai kapan ya sampai matilah, itukan tuntunan agama?.
Sedikit mengingat masa lalu, Aku lahir dari sebuah keluarga besar, kenapa besar? karena saudaranya 8 dan aku adalah anak ke 6 dari 8 bersaudara, luar biasa. Terlahir di sebuah kampung namanya TEGAL GEDE, JEMBER.
Dari kecil aku memang udah didik mandiri, belajar jualan kue yang Ibu bikin sendiri dan di jualain keliling kampung. Karena itulah cara Orang Tuaku bertahan hidup, dalam kondisi ekonomi yang carut marut. Tapi disitulah letak pelajaran sebenarnya yang aku dapatkan.
Belajar bagaimana bisa bertahan hidup dan menghidupi. Gak ada yang salah dengan kondisi ekonomi Orang Tuaku, bahkan aku bersyukur terlahir dai lahir BELIAU walau sederhana namun penuh kasih sayang. "BUKAN SALAHKU KALAU TERLAHIR MISKIN, NAMUN KESALAHAN BESARKU KALAU AKU MATI DALAM KEADAAN MISKIN".
Aku menamatkan pendidikan SD biasa-biasa aja, memasuki SMP aku menemukan banyak tantangan, bahkan hampir gak melanjutkan karena tak cukup memiliki biaya, tapi dengan usaha dan kerja keras, aku bisa terus sekolah dengan biaya sendiri dari berjualan koran, bahkan sempat belajar narik becak. Melewati masa SMP sebagai loper dan jualan koran sampai tamat.
Tantangan menghadang kembali setelah mau masuk ke SMEA ( SMK ) semua persyaratan udah masuk dan di nyatan pasti masuk namun biaya uang gedung yang gak bisa aku penuhi dan ahirnya aku harus keluar vakum selama 1tahun gak sekolah, di masa vakum aku maksimalkan untuk mencari uang untuk persiapan sekolah di tahun berikutnya. Loper dan jualan koran masih tetep menjadi andalanku, sampai semua terlewatikan sampai tamat SMEA ( SMK ).
Setelah lulus SMEA saatlah mencari kerja dan berharap mendapatkan pekerjaan yang layak, mungkin kondisi kejiwaan yang teramat kuper dengan kebiasaan menutup diri, tak banyak yang bisa aku lakukan. Rasa malu bertegur sapa dengan orang lain membuat situasi semakin sulit, peluang kerja juga teramat susah di daerah sendiri ahirnya menerima tawaran dari seorang teman sekolah yang Ibunya punya usaha di bali. Di bali mulai keterampian komunikasi mulai ada, genap 1 tahun aku berhenti dan mencari pekerjaan lain, balik kampung di terima kerja di sebuah supermarket, genap 3 bulan masa training aku keluar lagi.
Merantau sebenarnya bukan tujuan awal, di saat di ajak teman merantau jauh ke Bogor sempat berfikir sejenak, namun setelah di pikir dari pada nganggur kenapa gak ikut aja, ajakan kerja yang di tawarkan teramat jauh dari perkiraan karena yang ada kerjaan adalah sebagai tukang pres genteng beton, bahkan terkadang sebagai kuli pasir, nurunin pasir dari truk. Tapi itulah pelajaran, itulah cara TUHAN MENEMPA MENTAL agar suatu saat kuat dalam menghadapi situasi sesulit apapun.
Sampai 6 bulan genap aku memutuskan kembali ke kampung halaman, dan mulai mencari dan melamar pekerjaan sampailah petualanku ke SURABAYA 9 tahun kerja di sebuah distributor jam tangan yang membawai wiliyah jakarta + luar pulau dengan gaji pas-pasan tidak cukup merubah kehidupanku lebih baik, hidup di Surabaya dengan seorang istri dan seorang anak gaji seorang karyawan tak mampu membiayai kehidupan.
Disaat situasi sulit secara reflek otak berputar bagaimana bisa menghidupi keluarga lebih baik, mulailah mencari alternatif kerjaan yang bisa menambah income, mencoba jualan pakaian dalam di pasar sebelum berangkat kerja, berjualan alat-alat tulis di depan rumah karena dekat sekolahan udah pernah di jalankan, sampai mencoba berjualan jam tangan door to door ALHAMDULILLAH dari jualan jam tangan aku bisa mendapatkan income lebih besar dari gaji bulannya.
Memutuskan untuk keluar dari pekerjaan memang teramat berat, karena ketakutan yang berlebihan takut melepaskan penghasilan yang udah pasti tiap bulannya walau sebenarnya sangat minim. Dengan tekat dan keberanian dan pertimbangan ahirnya kkeputusan itu keluar juga dan bener-bener memfokuskan jualan jam tangan.
Setiap hari bawa jam tangan 1 tas ransel keluar masuk mall rasanya berat juga, karena aku harus membawa jam tangan yang bobotnya sekitar 7 kg. pagi keluar sore pulang, rasa capek banget sampai rumah tidur bukan kepala yang di bantalin tapi kaki yang di bantalin karena capek keliling.
Aku yakin manusia manapun selalu gak puas dengan kondisi saat ini, semua pasti ingin kehidupannya lebih baik dari hari ini,m, bener?
Sampai suatu saat ketemu dengan seorang teman nawarin sebuah peluang bisnis MLM ORIFLAME namanya, tau? produk perawatan dan kosmetik dari SWEDIA mulailah bergabung walau sebenarnya gak paham tentang sistemnya karena gak di jelasin jadi fokusnya waktu itu hanya jualan aja, karena keuntungan dari juaan hanya sedikit jauh dari keuntungan jualan jam tangan, 3 bulanpun berlalu begitu saja dan bye-bye ORIFLAME. Lebih memilih focus jualan jam tangan.
1 tahun terlewati enjoy dengan hasil jualan jam tangan, ada keGALAUAN " apakah aku akan tiap hari seperti ini membawa beban yang berat keluar masuk mall?" Dari KE GALAUAN itu TUHAN mendengar, TUHAN mengirim teman yang lain menawari BISNIS MLM lagi, apa? tetep ORIFLAME! dengan penjelasan dan detail mengenai pasif income yang di tawarkan, sempat juga ragu, namun dorongan untuk membuktikannya ahirnya aku coba juga, dan ALHAMDULILLAH ORIFLAME bener adanya. Hingga saat ini ORIFLAME menjadi sandaran hidupku.
Itulah sekilas perjalanku
WSLM SALAM SUKSSES
08155009976 ~ 313E2B67
WWW.SMARTNET7.COM/ISMAIL


0 komentar:
Posting Komentar